Jumat, 23 September 2016 0 komentar

Memperbaiki proyektor mati sendiri

Memperbaiki proyektor mati sendiri

Kali ini akan saya bahas apa yang menyebabkan proyektor sering mati sendiri, sering ada kasus tiap dinyalakan 5 menit atau bahkan sejam sekali proyektor mati sendiri. Pada kasus tersebut sering saya temui pada DLP proyektor BenQ, Optoma, LG, dan juga Infocus
url
Pada kasus tersebut dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan, diantaranya dikarenakan oleh rusaknya power balast ( Balast Lamp ), rusaknya IC pada mainboard, ataupun kurangny tegangan pada power supply
Tetapi kerusakan pada umumnya adalah pada bagian power supply yang tidak dapat menyupply tegangan yang maksimal ke bagian mainboard dan power ballast, sehingga menyebabkan proyektor tiba2 mati, pada power supply sendiri pada bagian ICTOP lah yang paling sering mengalami kerusakan
Ada banyak jenis ictop pada power supply proyektor, diantaranya ictop258pn, ictop256yn, 247yn, 244yn, lnk364pn, ganti ictop ini maka proyektor anda akan kembali normal, .berikut tutorialnya :
Langkah awal buka baut yang ada di belakan proyektor atau berada diatas port panel, setelah itu buka baut yang ada di depan bawah proyektor, lalu anda buka pengunci dari bagian belakang proyektorIMG_20150425_141459buka cover atas proyektor secara pelan2 seperti diatas, setalah cover tercopot akan terlihat beberapa komponen seperti mainboard, unit lensa, color whell, dll
1620802_864144366950324_8975797070281152191_n
Kemudian copot semua baut yang ada di mainboard, serta copot juga semua kabel yang terhubung ke mainboard, jangan lupa copot juga baut vga yang ada di back panel mainboard, Setelah baut dan kabel dipastikan tidak ada yang terhubung ke mainboard lalu angkat mainboard pelan2 hingga terlepas
IMG_20150425_142945
Setelah mainboard terlepas akan terlihat jelas power supply tersebut, copot baut power supply dan angkat power supply pelan-pelan.214626_267908a6-2f65-11e4-8497-1b752523fab8
Pada bagian yang saya tandai tersebut adalah ictop yang rusak, jenis ic tersebut adalah ictop258pn. Ganti ic tersebut dengan ic yang baru maka proyektor akan kembali normal
Jika membutuhkan part / ictop  tersebut bisa kontak admin, terima kasih semoga membantu

Kamis, 22 September 2016 1 komentar

LANGKAH LANGKAH MEMASANG PROYEKTOR

Cara Memasang Proyektor 


3 Bagian : Menentukan Penempatan Layar - Menentukan Penempatan Proyektor - Pemasangan Proyektor

Proyektor adalah cara yang baik untuk meningkatkan kualitas teater rumah Anda, dengan memberikan sensasi gambar lebih besar pada teater rumah. Pemasangan proyektor di plafon atau dinding akan membantu menjadikan teater rumah tampak mengkilap, terlihat profesional — serta menghemat ruangan. Saat memasang proyektor di dinding atau plafon, Anda harus mempertimbangkan berbagai pengukuran, termasuk ukuran layar dan ukuran ruangan, serta jarak tangkap tertentu dari proyektor dan offset vertikal (ada dalam petunjuk penggunaannya). Gunakan panduan ini bersama dengan petunjuk penggunaan proyektor untuk memastikan Anda memasang proyektor di plafon/dinding dengan benar.




image: http://pad1.whstatic.com/images/thumb/7/78/Incomplete_856.gif/35px-Incomplete_856.gif


                         LANGKAH LANGKAH MEMASANG PROYEKTOR

Bagian 1 dari 3: Menentukan Penempatan Layar
  1. image: http://pad1.whstatic.com/images/thumb/5/51/Mount-a-Projector-Step-1-Version-2.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-1-Version-2.jpg
    [Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-1-Version-2.jpg]
    Tentukan lokasi terbaik untuk layarnya. Tergantung pada tata letak ruangan, Anda mungkin memiliki sedikit pilihan tempat untuk meletakkan proyektor, tetapi jika memungkinkan, pilih dinding yang tidak terkena cahaya langsung, karena cahaya pada layar akan membuat gambar terlihat kabur.[1]
    • Jika Anda harus memilih dinding yang terkena cahaya langsung, pertimbangkan cahaya sekitar yang menolak layar proyektor atau, jika Anda mengecat layar di dinding, Anda dapat menggunakan cahaya sekitar yang menolak cat tersebut (tersedia di toko perangkat keras).[2]
    • Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk membeli tirai hitam untuk jendela Anda.


[*]
image: http://pad1.whstatic.com/images/thumb/e/e9/Mount-a-Projector-Step-2-Version-2.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-2-Version-2.jpg
[Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-2-Version-2.jpg]
Tentukan ketinggian layar Anda. Hal ini sekali lagi tergantung pada tata letak ruangan. Jika Anda hanya memiliki sofa dan beberapa kursi di ruangan tersebut (yaitu bukan berupa barisan tempat duduk ala teater), ketinggian yang tepat adalah 61 cm sampai 91,5 cm dari lantai.[3]
  • Jika Anda memiliki beberapa baris kursi di teater rumah Anda, posisi layar harus sedikit lebih tinggi sehingga orang yang berada di barisan belakang masih bisa melihat gambar atau film yang Anda proyeksikan ke layar dengan baik.[4]
  • Untuk memutuskan seberapa tinggi penempatan layar dari lantai, selalu perhatikan ukuran layar, karena jika terlalu tinggi dari lantai mungkin akan menyisakan sedikit ruang untuk seluruh layar.



[*]
image: http://pad2.whstatic.com/images/thumb/b/b7/Mount-a-Projector-Step-3-Version-2.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-3-Version-2.jpg
[Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-3-Version-2.jpg]
Ketahui ukuran layar. Ukuran layar adalah tinggi dan lebar gambar yang ingin Anda proyeksikan dari proyektor. Buatlah pengukuran yang mudah karena Anda akan membutuhkannya ketika menghitung tempat untuk memasang proyektor.
  • Kebanyakan proyektor baru dapat menghasilkan gambar berkualitas tinggi 254 cm, jadi jika Anda tidak yakin mengenai berapa ukuran layar yang diperlukan — dan ruangan Anda dapat menampungnya — Anda cukup menggunakan jarak sekitar 254 cm.[5]
[*]



Bagian 2 dari 3: Menentukan Penempatan Proyektor

  1. image: http://pad1.whstatic.com/images/thumb/b/b7/Mount-a-Projector-Step-4-Version-2.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-4-Version-2.jpg
    [Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-4-Version-2.jpg]
    Hitung jarak tembak proyektor Anda. Jarak tembak adalah ukuran jarak antara layar dan lensa proyektor. Jarak tembak dihitung menggunakan rasio tembak proyektor, yang seharusnya tercantum dalam petunjuk penggunaan sebagai angka tunggal (untuk proyektor tanpa perbesaran optik) atau kisaran angka. Untuk menghitung seberapa jauh peletakan proyektor dari layar, gunakan rumus berikut: rasio tembak x lebar layar = jarak tembak.[6] Rumus ini bisa digunakan untuk semua satuan ukuran — Anda dapat menggunakan satuan inci, cm, kaki, dan sebagainya.
    • Jika Anda memiliki layar 254 cm dan rasio tembak 1,4:1 sampai 2,8:1, Anda dapat memosisikan proyektor di tempat yang berjarak 355,6 cm sampai 711,2 cm dari layar.[7]Perhitungannya seperti ini (menggunakan rasio 1.4:1 sebagai contoh): 1,4 x 254 cm = 355,6 cm.
    • Anda juga dapat membalik rumus. Jika Anda lebih suka memilih ukuran layar yang sesuai tempat Anda ingin memasang proyektor, ikuti rumus ini: jarak tembak dibagi rasio tembak = lebar layar.
      • Contohnya, Anda ingin menempatkan proyektor dengan jarak 487,7 cm dari layar, dan proyektor tersebut memiliki rasio tembak 1,4:1 hingga 2,8:1. Menggunakan rasio yang lebih rendah (1,4:1) sebagai contoh, bagilah 487,7 cm dengan 1,4, hasilnya sama dengan ukuran layar sebesar 348,4 cm. Mengingat rasio tembak berkisar hingga 2,8:1, Anda dapat memilih ukuran layar 174 cm sampai 348,4 cm.


[*]
image: http://pad1.whstatic.com/images/thumb/7/72/Mount-a-Projector-Step-5-Version-2.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-5-Version-2.jpg
[Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-5-Version-2.jpg]
Tentukan jarak tembak terbaik untuk proyektor. Setelah mengetahui kisaran jarak tembak, Anda dapat mengevaluasi ruangan dan memutuskan tempat yang paling cocok untuk memasang proyektor. Hal-hal yang perlu diingat ketika melakukan evaluasi:
  • Posisi duduk/menonton — jika proyektor bersuara keras atau cukup berat, sebaiknya tidak menggantungnya tepat di atas kepala Anda.
  • Colokan daya/kabel — proyektor kemungkinan memiliki dua kabel: HDMI dan daya. Anda mungkin perlu memastikan bahwa Anda sudah cukup dekat dengan penerima untuk mencolokkan proyektor, atau Anda telah memiliki kabel/ekstensi dengan panjang yang sesuai.
  • Preferensi Gambar — bahkan dalam rentang jarak tembak, akan ada perbedaan dalam kualitas gambar, sehingga Anda mungkin ingin menguji jarak yang lebih Anda sukai sebelum menentukan tempat untuk memasang proyektor. Jarak yang lebih pendek (yaitu proyektor lebih dekat ke layar) akan menghasilkan gambar yang lebih cerah, dan jarak yang lebih jauh (yaitu proyektor lebih jauh dari layar) akan memberikan gambar yang lebih kontras dan tajam.[8][9]



[*]
image: http://pad2.whstatic.com/images/thumb/a/a9/Mount-a-Projector-Step-6-Version-2.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-6-Version-2.jpg
[Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-6-Version-2.jpg]
Cari tahu offset vertikal proyektor Anda. Offset vertikal proyektor adalah seberapa tinggi atau seberapa rendah yang diperlukan untuk memproyeksikan gambar pada ketinggian layar yang tepat.[10]Offset vertikal ini berupa persentase dalam petunjuk penggunaan proyektor. Offset positif (misalnya +96,3%) berarti gambar akan diproyeksikan lebih tinggi dari lensa, sedangkan offset negatif (misalnya -96,3%) berarti gambar akan diproyeksikan lebih rendah. Jika proyektor dipasang terbalik, offset positif adalah offset yang lebih penting untuk diperhatikan.[11]
  • Banyak proyektor dilengkapi dengan pergeseran lensa vertikal, yang memungkinkan Anda untuk menyesuaikan tinggi gambar tanpa harus memindahkan proyektor. Jika Anda memiliki fungsi ini, cobalah menahan proyektor pada ketinggian yang berbeda sambil menyesuaikan pergeseran lensa untuk mengetahui tempat terbaik proyektor sebelum dilakukan pemasangan.[12]
  • Jika proyektor Anda tidak memiliki pergeseran lensa vertikal (yaitu memiliki offset vertikal tetap), Anda harus menempatkan proyektor tepat pada ketinggian yang direkomendasikan.


[*]
image: http://pad3.whstatic.com/images/thumb/b/b9/Mount-a-Projector-Step-7-Version-2.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-7-Version-2.jpg
[Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-7-Version-2.jpg]
Hitung penempatan vertikal proyektor. Untuk menghitung penempatan vertikal proyektor yang ideal, gunakan rumus berikut: tinggi layar x persentase offset = jarak lensa di atas/di bawah bagian tengah layar.[13]
  • Contoh berikut adalah untuk proyektor dengan offset -96,3% hingga + 96,3%:
    • Layar proyeksi standar berdefinisi tinggi memiliki aspek rasio 1,78:1 (16:9), artinya layar memiliki lebar 1,78 kali tingginya. Jika layar memiliki lebar 254 cm, kemungkinan tingginya adalah 142,7 cm.
    • Untuk menghitung offset vertikal untuk layar 142,7 cm:142,7 cm (tinggi) x 96,3% (offset — jika hitungan Anda tidak memiliki simbol %, gunakan 0,963) = 137,4 cm.
    • Artinya, proyektor dapat diposisikan di mana saja dari 137,4 cm di bawah bagian tengah layar hingga 137,4 cm di atas bagian tengah layar.


[*]
image: http://pad3.whstatic.com/images/thumb/e/eb/Mount-a-Projector-Step-8-Version-2.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-8-Version-2.jpg
[Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-8-Version-2.jpg]
Tentukan pergeseran lensa horizontal. Memasang proyektor idealnya sebaris dengan bagian tengah lebar layar, tetapi jika tata letak ruangan Anda mengharuskan lain, Anda perlu menghitung pergeseran lensa horizontal. Aturan untuk pergeseran lensa horizontal hampir sama dengan pergeseran lensa vertikal, kecuali jika Anda menggunakan rumus ini untuk menentukan pergeseran tersebut: lebar layar x persentase offset = jarak lensa ke kiri/kanan tengah layar.[14]
  • Usahakan agar tidak menggunakan pergeseran lensa horizontal bila memungkinkan, karena hal ini dapat mendistorsi gambar dan menyebabkan masalah dengan pergeseran lensa vertikal.[15]

[*]



Bagian 3 dari 3: Pemasangan Proyektor

  1. image: http://pad3.whstatic.com/images/thumb/6/65/Mount-a-Projector-Step-9-Version-2.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-9-Version-2.jpg
    [Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-9-Version-2.jpg]
    Tentukan bantalan terbaik yang sesuai dengan proyektor dan ruangan. Bantalan proyektor berbeda-beda tergantung tempat menempelkannya (yaitu plafon atau dinding); baik menggunakan pipa atau lengan yang membantu mengatur ketinggian gambar atau tidak; dan bagaimana jenis/ukuran/berat proyektor yang dapat ditopangnya. Anda harus memperhatikan semua hal ini saat memilih bantalan. [16]
    • Belilah benda yang kokoh dan berkualitas tinggi; proyektor berkualitas rendah kemungkinan mudah aus seiring dengan berjalannya waktu. Keausan ini menyebabkan proyektor (dan gambar) tidak sejajar dengan layar.[17]
    • Anda mungkin perlu membeli adaptor untuk bantalan, tergantung pada jenis plafon. Untuk plafon gantung (plafon yang diturunkan dari plafon struktural, sehingga tidak mampu menopang beban berat), belilah perlengkapan plafon gantung. Untuk plafon katedral (tinggi dan melengkung), belilah adaptor plafon Katedral.



[*]
image: http://pad3.whstatic.com/images/thumb/1/15/Mount-a-Projector-Step-10.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-10.jpg
[Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-10.jpg]
Pasang bantalan. Pasang bantalan yang sesuai dengan proyektor. Ikuti petunjuk yang disertakan dengan perlengkapan bantalan dan proyektor. Pastikan bahwa pelat bantalan sejajar dengan proyektor ketika sudah terpasang, sebelum melanjutkannya.[18] Pastikan bahwa seluruh bantalan terpasang ke proyektor sebelum mengamankannya ke dinding/plafon. .


[*]Hitung jarak bantalan dengan lensa dan sesuaikan jarak tembak yang sesuai. Gunakan pita pengukur untuk menentukan jarak antara pusat bantalan dan bagian depan lensa proyektor. Tambahkan panjang ini ke kisaran jarak yang dapat diterima antara lensa dan layar proyektor (yaitu jarak tembak).[19]
  • Jika jarak bantalan pada lensa adalah 15,2 cm, total jarak tembak asli yang baru dari 487,7 cm adalah 502,9 cm.



[*]
image: http://pad3.whstatic.com/images/thumb/a/a9/Mount-a-Projector-Step-12.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-12.jpg
[Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-12.jpg]
Pasang proyektor dengan aman. Gunakan stud finder untuk meletakkan kancing (stud) plafon dalam jarak yang tepat dari layar ke proyektor. Amankan bantalan dengan kancing dan obeng, kunci Inggris dan 2 baut.
  • Baut lag (atau sekrup lag) adalah pengencang dengan kepala datar heksagonal dan batang ulir silinder. Baut ini dapat dikencangkan langsung ke kayu. juga dapat dikencangkan ke beton bila digunakan dengan menyisipkan benda yang disebut lag. Ukuran baut lag untuk bantalan proyektor adalah panjang 7,6 cm dan lebar 7,9 mm (kecuali jika dinyatakan lain dalam petunjuk bantalan).
  • Untuk menggunakan stud finder, Anda cukup meletakkannya di sepanjang dinding sampai indikator menunjukkan bahwa stud finder mengenainya. Instruksi lebih rinci ada di petunjuk penggunaan stud finder.
  • Jika tidak ada balok di lokasi tempat Anda ingin memasang proyektor, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kembali penggunaan tempat tersebut, atau memasang sepotong kayu terlebih dahulu yang membentang di ruangan antara dua balok. Jika memungkinkan (yaitu jika ada loteng di atasnya), sembunyikan kayu di dalam plafon.[20]



[*]
image: http://pad3.whstatic.com/images/thumb/8/8e/Mount-a-Projector-Step-13.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-13.jpg
[Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-13.jpg]
Pasang kabel pada lokasi yang man. Sambungkan kabel ke proyektor. Ikuti instruksi dalam petunjuk pengunaan proyektor.
  • Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk menggunakan kabel wiremold (alias pembungkus kabel) untuk membantu kabel berbaur dengan dinding saat kabel menyalur ke penerima dan stopkontak. Alat ini seharusnya tersedia di toko perangkat keras di wilayah Anda.
  • Jika Anda tidak masalah dengan penampilan kabel tetapi tetap ingin menjaga agar kabel terlihat rapi dan bersih, Anda juga dapat mengikat kabel pada titik-titik tertentu di dinding dengan menggunakan penopang dan pengencang kabel (alat ini juga tersedia di toko perangkat keras di wilayah Anda).



[*]
image: http://pad2.whstatic.com/images/thumb/c/c1/Mount-a-Projector-Step-14.jpg/670px-Mount-a-Projector-Step-14.jpg
[Image: 670px-Mount-a-Projector-Step-14.jpg]
Sesuaikan pengaturan proyektor untuk menyetel gambar. Hidupkan proyektor dan ikuti petunjuk penggunaan untuk mengatur perbesaran, pergeseran lensa, dan fokus ke pengaturan yang diinginkan. Ikuti petunjuk penggunaan untuk mengatur kontras, warna, dan kecerahan yang diinginkan pada proyektor.
  • Sebelum masuk ke penyetelan halus (fine tuning), atur gambar sehingga menjadi seakurat mungkin. Cara ini idealnya akan menghemat waktu dan menghilangkan rasa frustasi ketika melakukan penyetelan halus.[21]


[*]


Hal yang Anda Butuhkan
  • Proyektor
  • Petunjuk pengunaan proyektor
  • Perlengkapan bantalan
  • Stud finder
  • Obeng
  • Kunci Inggris
  • Dua baut lag 7,6 cm per 7,9 mm
  • Wiremolding/pembungkus kabel
  • Pita pengukur

Read more at http://www.infoskep.com/subject-cara-memasang-proyektor.html#jumeOGSZIobVOVCp.99
Rabu, 21 September 2016 0 komentar

Cara Memasang / Mencolokkan Kabel ke CPU Komputer/PC

Cara Memasang / Mencolokkan Kabel ke CPU Komputer/PC


           Pemasangan Kabel power Cara pemasangan kabel power - judul di atas sama dengan ketika seseorang pertama kali ingin menghidupkan PC / komputer mereka pastinya sulit untuk mencolokkan kabel-kabel yang masih terpisah. Ketika seseorang baru saja membeli sebuah peralatan komputer maka mereka harus bisa menyambungkan kabel-kabel ke CPU seperti menyambung kable mouse, kabel power, kabel Monitor, kabel keyboard, dan juga kabel mix atau kabel audio untuk keperluan memainkan suara musik. oleh karena itu disini anda bisa melihat bagaimana caranya menyambungkan semua kabel yang wajib tersebut. caranya memang mudah namun tentu saja bagi mereka akan merasa kesulitan jika sebelumnya tidak pernah melakukannya.


Cara Menyambung Kabel Power / Power supply

Kabel ini adalah kabel utama dari listrik ke power supply kabel ini biasanya punya ujung dengan 3 lubang. kabel power di pasang pada power supply male yang menghubung kan cpu dengan arus listrik.jika sudah di pasang, nyalakan tombol power.

cara menyambungkan kabel power ke CPU




Lalu kabel ini dipasang ke power monitor. Untuk menghidupkan monitor.
Dan perlu kabel yang sama seperti ini juga untuk menghidupkan CPU.

Pemasangan Kabel dari keyboard ke CPU


Keyboard di pasang pada port ps/2. biasanya untuk ujung keyboard kabel
berwarna ungu pada posisi pertama dari sebelah kiri. arahkan seperti gambar.

gambar memasang kabel Keyboard ke CPU


Cara memang Kabel  mouse ke CPU


Mouse ini sekarang ini banyak dijumpai berupa port USB, namun bagi anda yang mempunyai post PS/2 bisa sobat lakukan seperti gambar di bawah ini. Cara pemasangan mouse, untuk ujung kabel mouse berwarna hijau. di pasang pada port ps/2 tepat disamping port ps/2 keyboard.yang berwarna ungu.


Cara memasang  kabel USB Mouse ke CPU / komputer

Kebel USB dipasang pada port USB berada pada posisi belakang CPU/ chasing.

memasang kabel mouse USB ke CPU komputer

Memasang Kabel Monitor / LCD.

Kabel monitor biasanya ada 2 yaitu untuk disambungkan ke power listrik,
dan disambungkan ke VGA yang ada di motherboard (jika onboard).
Jika menggunakan vga external, dipasang di vga external tersebut.

cara memasang kabel monitor ke CPU


Lalu kabel ini dipasang ke power monitor. Untuk menghidupkan monitor.  Dan perlu kabel yang sama seperti ini juga untuk menghidupkan CPU. Kabel monitor digunakan untuk output data, menampilkan hasil input.  Pemasangan kabel monitor biasa di pasang pada port parallel pada CPU. Posisikan sesuai bentuk pin, lalu putar pengunci untuk memperkuat kabel.


Memasang Kabel Headset Microphone Jack.

jika anda memasang kabel microphone ataupun kabel headseat anda bisa mencolokkan kabel tesebut sesuai gambar yang ada. Out / bagian tengah adalah kabel heatseat sedangkan pinggir warna pink adalah kabel microphone.

cara mencolokkan kabel mic atau audio jack ke CPU komputer


Selamat mencoba saya yakin anda bisa dengan mudah melakukannya..

Selasa, 20 September 2016 0 komentar

Cara Mudah Instalasi CCTV dan Setting DVR ke Internet

Cara Mudah  Instalasi CCTV dan Setting  DVR  ke Internet

Sebelum anda instalasi CCTV dan setting DVR ke internet sebaiknya anda perlu tahu dulu alat-alat atau perangkat  apa yang di butuhkan untuk mengerjakan hal-hal tersebut diatas
Alat-alat yang perlu anda siapkan adalah :

  • Kamera CCTV  ( Closed  Circuit  Television )
  • DVR  ( Digital Video Recorder ) + adaptor
  • Kabel Coaxial  RG 6 / Kabel Coaxial RG 6 + Power
  • B N C ( Bayonet Nail Concelman )   Konektor
  • DC Jack Power Conector CCTV
  • MDF Power Supply CCTV
  • Harddisk SATA  160  GYGABYTE   s/d  1 TERABYTE ( sesuaikan dengan kebutuhan )
  • Monitor  LCD /LED suka-suka anda
  • Mouse Port USB
  • Batu Bateray Cimos
  • PC / Laptop + Modem yang sudah terkoneksi ke Internet
  • Router / Hub
  • Tang Crimping
  • Obeng PLUS dan Minus
  • Mesin Bor Listrik
  • Gunting
  • Pisau Carter
  • Lakban solasi Warna Hitam
  • Kabel  LAN  ( Kabel UTP BALDEN CAT 5 ) + Konektor  Rj 45 atau beli saja yang sudah jadi di toko komputer ( Kabel LAN system sambungan STRIGHT )    
        
Penjelasan dan gambar alat/ perangkatnya
CCTV ( Closed Circuit Television  ) adalah perangkat  kamera video digital yang di gunakan untuk mengirim sinyal ke layar monitor dari suatu ruangan atau area tertentu bertujuan agar dapat memantau situasi  dan kondisi  pada area yang dianggap sangat penting agar dapat mencegah  terjadinya tindak kejahatan dan dapat dijadikan sebagai bukti tindak kejahatan yang telah terjadi
Kamera CCTV digunakan pada ruang publik seperti  : Kantor. Pabrik. Pergudangan, Bank,Militer,Bandar udara  bahkan untuk memantau Traffik Lalu lintas di Jalan Raya yang di lakukan  oleh Kepolisian Republik Indonesia.

                                                                 Gambar CCTV





Kamera CCTV dapat  dibedakan menjadi beberapa type dan jenisnya yaitu :



  • Kamera pengintai
  • Dome Camera
  • Bullet Camera
  • Infra Red Camera
  • Box Camera
  • Wireless CCTV camera
  • Water Proof Camera
  • PTZ   Camera  speed Dome Camera
  • Covert Camera / Hidden Camera
Kamera CCTV berdasarkan systemnya dibagi 2 jenis yaitu 
CCTV analog dan  IP Camera
Apa berbedaan CCTV  dan IP Camera
Perbedaan terbesar  antara  kamera CCTV analog  dan IP camera adalah sistematis  kerja kamera  dan cara instalasi dari kamera tersebut.
Namun pada umumnya Perbedaan IP camera dengan  CCTV adalah :
CCTV  (Close Circuit Television ) adalah Analog camera, sedangkan IP Camera merupakan 

Digital camera. Implikasinya sebuah IP Camera bisa langsung dihubungkan ke komputer & internet, sedangkan CCTV camera tidak bisa,  masih diperlukan alat tambahan yang namanya  disebut DVR.   
( Digital Video Recorder ) akan tetapi CCTV camera dapat menggunakan TV untuk menampilkan gambar Visualnya , sedangkan IP camera tidak bisa menggunakan TVtapi harus menggunakan PC + Monitor

Perbandingan  CCTV dan Ip camera adalah :

1. Kuwalitas video
IP camera lebih baik  dalam menangkap gambar megapiksel tinggi tapi memiliki masalah dengan kondisi pencahayaan rendah.IP camera  terbatas dalam sumber daya encoding,akibatnya pilihan harus dibuat sehubungan dengan Codec.Karana video terlebih dahulu dikompresi sebelum pemantauan  ( monitoring ) tidak pernah memilki kwalitas tertinggi,kemungkinan adanya keterlambatan  video karena ada video yang terkompresi

Kamera  CCTV  analog  CCD  Unggul dalam berbagai kondisi pencahayaan  dan mengelola deteksi gerak dengan baik. Analog kamera tidak memilik kemampuan standar NTSC atau PAL
CCTV analog mempunyai software dan Hardware untuk meningkatkan kwalitas video dan Framerate. Jenis kamera analog mengirimkan gambar video  ke DVR, terkompresi di tempat yang dapat di lihat langsung tanpa ada keterlambatan waktu interval.

DVR ( Digital Video Recorder ) adalah media penyimpanan hasil rekaman video yang telah di pantau oleh kamera CCTV .besar kecilnya kapasitas penyimpanan hasil rekaman tergantung harddisk yang terpasang pada  DVR .pada umumnya minimal 160 Gygabyte s/d 1 Terabyte
Hasil rekaman video tersebut ada yang ber format  QCIF,MPG4 dan  Avi.pada umumnya Infut Video DVR ada yang 4,8, 16 dan 32 channel kamera

                                      Gambar DVR  8 Channel




                              Dibawah ini video cara pasang “ Harddisk ke DVR





Kabel  Coaxial RG 6 


ini adalah kabel yang digunakan untuk instalasi CCTV .System kabel ini dapat digunakan untuk medium range,karena mempunyai kandungan tembaga tinggi sehingga dapat mengirim sinyal video dengan baik.Kabel ini di lengkapi dengan alumunium poil agar transmisi data tidak terganggu oleh noise yang disebabkan oleh peralatan / kabel lainnya

                     Gambar Struktur Kabel Coaxial RG 6





Ada juga jenis  Kabel  Coaxial  RG 6 + Power  adalah kombinasi  kabel Coaxial berkwalitas dan kabel power dalam satu kabel. Menggunakan kombinasi kabel ini memungkinkan proses instalasi menjadi lebih efisien ,karena hanya  perlu menarik satu kabel  yang berfungsi  ganda
Kabel Coaxial ini memiliki kandungan tembaga  yang tinggi  ( 90-95 persen ),kabel yang terdapat di sampingnya adalah kabel  serabut  yang dapat di gunakan untuk mengalirkan listrik  AC ataupun  DC yang diperlukan CCTV
Biasanya kalau saya instalasi cctv yang  menggunakan Kabel Coaxial RG 6 +  power maka saya pakai MDF Power Supply untuk power listrik CCTV nya

Gambar MDF/ Power Supply CCTV  seperti di bawah ini


BOX POWER MODULE DIGUNAKAN SEBAGAI PENGGANTI ADAPTOR CAMERA CCTV AGAR TERLIHAT LEBIH RAPI DAN EFISIEN SERTA AMAN





Gambar kabel Coaxial  RG 6 + Power





B N C ( Bayonet Nail Concelman ) Konektor  / Konektor B N C 
Adalah jenis umum RF yang di gunakan untuk konektor kabel Coaxial,Konektor ini biasa digunakan untuk  kabel coaxial televisi,radio juga pada komputer pada topologi tertentu.Konektor BNC ini juga biasanya disebut dengan konektor audio / video


Gambar Konektor BNC



Gambar DC  Jack Power  Conector CCTV seperti di bawah ini  :

      Di bawah ini Video cara Instalasi Kabel Coaxial RG 6 ke Konektor BNC

        Video Cara pasang konektor BNC ke kabel Coaxial RG 6 + Power



  Skema Instalasi CCTV ke DVR ke Router/Hub ke monitor & ke Modem








Setelah anda mengetahui nama –nama perangkatnya dan pungsinya masing-masing perangkat tersebut
Untuk  proses tahap pekerjaan awal anda adalah :
1. Instalasi /Pasangkan Kabel coaxialnya RG 6/ RG 6 + Power ke konektor BNC ( sebagai sarana praktek saksikan videonya diatas ) kalau anda menggunakan Kabel Coaxial RG 6+ Power maka pasangkan kabel powernya ke DC Jack power Conector CCTV jangan lupa, kabel warna hitam adalah Negatip dan warna merah adalah positip

2. Buka tuttup cassing DVR ,kemudian pasang harddisk ke dalam DVR , setelah harddisk dipasang lalu pasang Kabel SATA dari DVR ke harddisk ( biasanya kabelnya warna merah ) kemudian pasang juga kabel power listrik SATA dari  DVR ke harddisk,selanjutnya pasang batu Cimos ( kalau belum ada di dalam mainboard DVR ) kemudian tutup cassing  DVR ( sebagai sarana praktek saksikan video diatas  )

3. Letakan / posisikan tiap- tiap CCTV analog pada lokasi yang sudah anda rencanakan  ( pisahkan antara CCTV yang Indoor dan Outdoor )

4. Atur dan sesuaikan  panjangnya Kabel sesuai jarak  area dari tiap-tiap  CCTV  ke DVR

5. Sambungkan kabel-kabel Coaxial dari tiap-tiap CCTV ke DVR dan kalau anda menggunakan Kabel
Coaxial RG 6 + Power  dan  anda menggunakan MDF Power Supply untuk power listrik CCTV maka pasangkan kabel- kabel powernya ke MDF Power Supply CCTV


6. Pasang Kabel VGA dari monitor ke port VGA di DVR,kemudian pasang juga kabel power monitor dan colokan ke aliran listrik dan tekan tombol ON pada Monitor

7.Pasang mouse USB ke port USB  DVR

8.Colokan kabel Power DVR ke aliran listrik,kemudia tekan Tombol power swicht ON DVR letaknya di belakang cassing DVR

9.Apabila DVR akan di seeting ke Internet maka sambungkan Kabel LAN dari port LAN  DVR ke Hub/switch jaringan yang sudah terhubung ke Modem dan Modem sudah terkoneksi dengan Internet

10. Pastikan juga bahwa tiap-tiap CCTV di lokasi yang di tempatkan dalam keadaan hidup/ON

"  SEKEDAR SARAN DAN TIPS DARI SAYA   "

 Seluruhnya disini saya asumsikan ada 8 CCTV  karena misalkan disini anda juga pakai DVR yang 8 Channel seperti  CCTV yang Indoor ataupun outdoor,
sebaiknya TES dahulu DVR nya dengan kamera CCTV yang belum anda pasang disini misalnya 4 buah CCTV  agar jika ada kesalahan atau trouble baik pada DVR / pada perkabelannya mudah anda atasi
Langkahnya adalah sebagai berikut :

Senin, 19 September 2016 0 komentar

Cara Mengatasi PC Hidup, Monitor Mati dan Tidak Ada Bunyi Beep

Cara Mengatasi PC Hidup, Monitor Mati dan Tidak Ada Bunyi Beep


Sekarang yang Saya bahas adalah Cara Mengatasi PC Hidup, Monitor Mati dan Tidak Ada Bunyi Beep.
Sesuai dengan pengalaman Saya yang sering mengalami PC hidup, monitor mati, tidak ada bunyi beep, dan tidak muncul boot BIOS, Saya akan memberitahu secara singkat cara mengatasinya.

Langsung saja lihat cara yang ada di bawah ini

Cara yang pertama :
  • Coba Anda lepas kabel monitor yang dipasang pada port VGA yang ada di belakang Casing PC (jangan lupa matikan PC Anda terlebih dahulu)
  • Setelah itu pasang kembali kabel monitor ke port VGA, hidupkan kembali PC Anda
  • Lihat apa ada perubahan pada layar monitor, jika monitor hidup bersamaan dengan PC itu artinya berhasil, berarti masalah ada pada kabel yang kurang pas terpasang pada port VGA
  • Terkadang masalah ada pada VGA card yang onboard dan harus diganti dengan VGA card tambahan.
Cara yang kedua :
  • Bongkar PC Anda (matikan PC terlebih dahulu)
  • Cabut memory RAM
  • Bersihkan pin atau lempengan warna kuning seperti tembaga dengan penghapus secara perlahan-lahan, jika sudah pasang kembali memory RAM pada tempat semula (jangan pasang casing dulu)
  • Hidupkan PC Anda, jika PC dan monitor hidup bersamaan artinya berhasil, artinya masalah ada pada memory RAM yang kotor
  • Terkadang masalah ada pada memory RAM yang rusak dan harus diganti dengan memory RAM yang baru.
Cara yang ketiga :
  • Jika masih belum hidup bersamaan (PC tadi masih belum ditutup casing nya), coba Anda pindahkan memory RAM nya ke slot lainnya (PC dalam keadaan mati)
  • Hidupkan kembali, jika PC dan monitor hidup bersamaan artinya berhasil, artinya masalah ada pada slot memory RAM.
Perhatian !
  • Lakukan secara berulang-ulang cara di atas hingga berhasil
  • Coba istirahatkan PC Anda, jika telah lama menggunakan, mungkin PC Anda lelah.
 
;